Monday, August 4, 2014

Buat yang invisible dan yang maniak lampion

Teruntuk dua sahabat yang hari ini akan memulai petualangan barunya,
.
.
Maaf tadi belum sempat mengatakan apa yang seharusnya gua katakan
Dan maaf tadi terlihat seperti biasa saja, look like there's no emotions, look like I don't care at all.
That's all lie, gua hanya tidak mau terlihat melankolis. Anti cungur surga live.


Kata-kata yang ingin gua ucapkan sebenarnya nggak panjang, cuma....
"Dadah, yang kerasan ya disana, karena sesungguhnya your life begins in that city."
Perpisahan memang sulit, tapi itulah hidup, merelakan satu untuk mendapatkan seribu. Ya kan?


Selamat meninggalkan kota ini untuk sesuatu yang lebih besar, Kawan.
Selamat memperjuangkan impian yang telah kalian rancang selama ini.
Selamat bertahan melawan kerasnya ibukota provinsi ini, melawan dinginnya malam di kota itu, melawan ketatnya persaingan di kampus terbaik bangsa, kalian pasti bisa :)
.
.
.
.
.
Kalau gua bilang I'm fine, bullshit.
Di dunia ini nggak ada perpisahan yang mudah, nggak terkecuali perpisahan gua dengan kalian.
It's hard. It's hurtful, tp kelak waktu akan mengajak kita untuk menerima kan?
Kelak perpisahan ini hanya akan jadi sejarah yang kita tertawakan bersama.
Cipaganti yang mengantar kalian menjauh dari kota ini, yang hari ini menjadi bagian terberat hidup kalian, kelak cuma akan jadi lelucon asin diantara kita.
Selfie-selfie yang kalian kumpulkan hari ini, yang katanya adalah kenang-kenangan sebelum pergi, kelak cuma akan jadi foto-foto yang kita zoom lalu kita tertawakan karena komuk aib.
Time will shows us its magic someday. We just have to be patient enough to wait for it :)


Pokonya jangan baper ya.
Karena suatu hari nanti akan ada saatnya kita berterima kasih pada perpisahan hari ini.
Karena suatu hari nanti kita akan sadar bahwa perpisahanlah yang sesungguhnya benar-benar menyatukan kita.
Ketika raga yang tak lagi bersama, tapi diam-diam masih saling mendoakan satu sama lain.
That's what real love is :) That's what real best friends do :)


Terima kasih banyak, Kawan, sudah mendengar semua keluh-kesah selama 3 tahun ke belakang.
Terima kasih banyak sudah menjadi orang-orang yang senantiasa tut wuri handayani.
Terima kasih banyak sudah menerima gua apa adanya selama ini.
Terima kasih banyak sudah mau dilibatkan dalam ups and downs selama SMA.
Terima kasih banyak atas.... semuanya, terlalu banyak untuk disebutkan satu persatu.
.
.
.
.
Yang tough ya disana. Yang ikhlas, seberapa berat cobaan yang nanti kalian hadapi, selalu ingat kalau Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang tidak mampu dilewati umat-Nya :)
Be yourselves. No matter how influential that city is, no matter how hard life try to change you, jangan pernah lupa sama diri kalian hari ini, diri kalian sebagai dua orang sahabat terbaik untuk seseorang di masa SMAnya.

Good bye, buddy! We'll meet again someday, ya :)







Hmm selamat ketemu lagi di BLDK mungkin? Atau mungkin kalau diantara kita ada yang nggak bisa pulang, selamat ketemu lagi di reuni RE? I'll wait, walaupun nantinya asin maksi.





Masih Bogor, 4 Agustus 2014, 19:43, hujan deras disini


Yang sayang kalian, 
Vinnyssa Anindita

Friday, April 4, 2014

Buat ketua SPL RE bapuk


Happy birthday, dear! 

Sebelumnya maaf gua bukan tipe orang yang suka ngasih surprise atau kado, dan maaf gua bukan orang yang bisa bikin lu flattered in your birthday. 

I'm not going to write down my wishes here, and I'm sure you have already got a lot of wishes today, so I think it'll be much better if I keep all wishes I've made for you by myself. Unspoken wishes are better than spoken ones, right?

You are my best friend, and I'm proud of having you as my best friend, Cy.
And today, after knowing you for more than 6 years, I'm going to tell you how grateful I am to have you as my best friend. Gua sayang sama lu, not in romantic way, tapi ya, gua sayang sama lu, sangat.

The first time I knew you, you're such an annoying girl, Cy. You talked a lot, and you never ran out of topics, so I never had reason to make you stop talking haha. We fought a lot, malu-maluin haha. Seriously, Cy, I never expected you to be my best friend since you were actually my best enemy in SMP. Tapi gua sayang ko sama lu, gausah sedih.

Gak kerasa ya 13 hari lagi kita nggak akan lagi janjian jajan bareng pas istirahat, kita nggak akan lagi gosip bercuba ria selama jam kosong, 13 hari lagi kita nggak akan ketemu di sekolah karena pergi ke sekolah adalah kewajiban kita. Ya, kita udah mau lulus, Cy. Dan gak kerasa momen-momen sepele tapi berbekas itu udah gua lewatin semua, dengan lu. 
Pernah denger lagu "Never Knew I Needed" ngga, Cy? Liriknya "I must admit you were not a part of my book. But now if you open it up and take a look. You're the beginning and the end of every chapter.
Jujur gua nggak pernah expect kalo lu bakal jadi aktor utama di lembaran-lembaran kehidupan SMA gua. Kita nggak pernah sekelas, ya mau ngarepin apa coba haha. Tapi ajaibnya gua salah, semua chapter di buku kenangan gua pasti ada lu-nya. Entah itu cuma lu yang nganterin gua beli minum atau sampai lu yang nenangin gua saat gua nangis sampe bengep. Jujur sebelum temenan deket sama lu, gua gak percaya kalo best friend does exist, tapi sekarang, gua percaya, Cy. Best friend itu beneran ada dan itu lu. 

Kelas 12 identik dengan perpisahan, dan sebentar lagi, mau nggak mau, kita akan menjalani dua jalan yang berbeda. Lu ke timur, dan gua ke barat. Lu dengan A dan gua dengan B. Things around us will change, we'll meet new people, we'll interact with those new people and at the end we start to forget about people we used to interact with. Setahun lagi, mungkin lu gak akan bisa menghilangkan logat medok lu walaupun itu lagi di Bogor, dan gua mungkin udah ngomong dengan logat baru yang gua bahkan gak yakin itu logat mana. Kehidupan itu dinamis kan, Cy? Dinamis means orang-orang di sekitar kita juga berubah..
Gua nggak takut lu nemu temen baru, Cy, atau lebih rincinya gua gak takut lu nemu temen deket baru, yang gua takutin adalah gua lupa sama lu ketika gua terbiasa di lingkungan baru. Gua takut ketika gua dan lu ketemu di SMANSA, kita berdua udah beda. You're my best friend dan gua nggak mau itu berubah. Gua mau jadi temen deket lu, entah itu sampe kita tua atau bahkan sampe one of us pass away. Lu temen terbaik gua dan sampai kapanpun, gua mau itu tetep jadi present tense, nggak past tense, nggak perfect tense. 




Jarak hanya memisahkan raga, bukan hati.


Bogor, 4 April 2014

Happy birthday, Cy! :)