Monday, September 5, 2016

:(










Manusia adalah mahluk dengan kemampuan adaptasi yang luar biasa, tapi bukan untuk hal ini.
Manusia bisa karena dirinya terbiasa, tapi bertahan dalam hubungan satu arah bukanlah hal yang seharusnya menjadi kebiasaan. 
Manusia didesain untuk menjadi pelakon interaksi dua arah yang butuh kepastian dan jawaban untuk mampu bertahan, dan tak peduli seberapa tegar seseorang, bila dihadapkan pada kondisi se-rumit bertahan dalam ilusi salah sangka itu, pada akhirnya ia akan memilih untuk mundur, walaupun hanya dengan membawa serpihan dirinya yang tersisa. Itu naluriah.




Perasaan tidak pernah jadi perkara sepele bagi saya.
Merasakan apa yang belum pernah dirasakan bukan hal yang sulit, tetapi menghapuskan rasa yang seharusnya tidak pernah terbentuk butuh proses panjang yang menyakitkan.
Bangkit dari keterpurukan yang menyesakkan itu tak pernah jadi proses yang mudah.
Dan for God's sake, I'll do anything to keep myself away from being in that kind of process.




Diam bukan berarti tak ada yang harus disampaikan.
Senyuman bukan berarti tak ada luka yang mengikis.
Jadi tolong, mengertilah...