Thursday, October 1, 2015

huh




"Aku jatuh cinta pada seseorang yang hanya mampu aku gapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang aku sanggup menikmati bayangannya dan tidak akan pernah bisa aku miliki, seseorang yang hadir bagai bintang jatuh, sekelebat kemudian menghilang, sebelum tangan ini sanggup mengejar, seseorang yang hanya bisa aku kirimi isyarat, sehalus udara, langit, awan, atau hujan. Seseorang yang selamanya harus dibiarkan berupa sebentuk punggung, karena kalau sampai ia berbalik, niscaya hatiku hangus oleh cinta dan siksa." 
- Dee. Rectoverso, Hanya Isyarat -


Everyday QOTD.
Tq. 

Friday, July 31, 2015

Huu payah

HP ilang lagi, entah untuk ke-berapa kalinya.
Gaenak sama orang tua.
Untuk kali ini, ga akan bullshit, gua gamau dibeliin HP lagi. Belajar menabung.






Tapi yang lebih penting dibandingkan belajar menabung..
Belajar menolak, Nis.
Belajar untuk mengontrol keadaan dengan mengucapkan kata "Tidak".
Kendalikan semuanya sebelum alam bawah sadar yang ambil kendali.

If bad things happen,
Jangan salahkan keadaan, karena bukan keadaan yang salah.
Jangan salahkan orang lain, karena orang lain tidak benar-benar tahu apa yg sesungguhnya terjadi.
Yang salah disini hanya kamu, Nis. Kamu dan ketidakmampuanmu untuk berkata "Tidak".




Setelah terjadi beberapa kali, apa masih mau bilang korelasi antara ketidak-mampuan untuk menolak dan hilangnya benda vital ini adalah sebuah kebetulan?

Saturday, June 13, 2015

nyolo bgt?





Orang nyolo bukan karena arrogantly berpikiran bahwa dia bisa ngerjain semuanya dan ga butuh orang lain.
Lebih dari itu, kadang ada beberapa orang yang memang nyaman bekerja sendirian, some people prefer to have nobody interfering with what they're doing.
Jadi jangan tanya kenapa, jangan paksa apa-apa, karena ngga ada orang yang senang kalau zona nyamannya diganggu. Ya kan?


Single fighter beda sama egois.
Gak semua orang nyolo cuma mementingkan kepentingan dirinya sendiri.
Gak semua orang nyolo acuh tak acuh sama orang-orang di sekitarnya.
Gak semua orang nyolo bekerja sendiri karena apatis sama lingkungannya.



I'm a single fighter type.
Ketika harus melakukan sesuatu yg berorientasi pd hasil, jujur gua lebih suka kerja sendiri.
Gua ga suka ketika ada orang yang tiba-tiba interfere with my idea dan nyapnyipnyup minta ini itu diganti. Berhadapan dgn hal seperti itu has successfully torn my mood into pieces.
Kata orang-orang bijak, kunci hidup akur adalah saling memahami, kan?
Jadi once again, jangan tanya kenapa, jangan minta apa-apa. Let's just respect each other's comfort zone :)



Thursday, June 11, 2015





"Ketika orang terdekat saja tidak mampu (lebih tepatnya tidak mau) lagi membantu, lantas siapa lagi yang harus dijadikan sandaran ketika diri sendiri tidak cukup untuk menopang beban yang ada?"



Kita mahluk sosial, tapi faktanya people in this society act like they don't even need each other.
Manusia diciptakan untuk hidup bersama, tapi faktanya kenyataan memaksa kita untuk mampu berdiri di atas topangan sendiri.
Ada yang bilang modal sebuah hubungan yang harmonis adalah percaya, tapi faktanya how can we trust people who don't even try to make themselves trustworthy?
Ujung-ujungnya, all we have is nothing but ourselves, kan?









Untuk orang-orang yang terpaut jarak beratus-ratus kilometer dari sini, stay strong ya.
Maaf karena hanya bisa mengatakan itu untuk saat ini.
Maaf karena tidak lagi bisa banyak membantu.
Maaf karena... semuanya.




- Bandar Lampung, 11 Juni 2015, 19:59,
Berada di persimpangan antara menyesali pilihan atau tidak -

Sunday, May 31, 2015

Bogor?

Ingin pulang. Pulang yang beneran pulang.
Pulang karena tanggung jawab disini memang sudah sepenuhnya dijalani, bukan karena ada waktu senggang yang memungkinkan untuk pulang.





Tapi..
Nothing worth having comes easy. 

Sunday, May 24, 2015




"Kita tak tahu dan tak pernah pasti tahu hingga semuanya berlalu. Benar atau salah, dituruti atau tidak dituruti, pada akhirnya yang bisa membuktikan cuma waktu."
- Dee. Rectoverso - 
 

Menghapus post-post lama.
Everybody needs a new start, dan pada akhirnya pilihan yang ada cuma keep moving forward.

Monday, August 4, 2014

Buat yang invisible dan yang maniak lampion

Teruntuk dua sahabat yang hari ini akan memulai petualangan barunya,
.
.
Maaf tadi belum sempat mengatakan apa yang seharusnya gua katakan
Dan maaf tadi terlihat seperti biasa saja, look like there's no emotions, look like I don't care at all.
That's all lie, gua hanya tidak mau terlihat melankolis. Anti cungur surga live.


Kata-kata yang ingin gua ucapkan sebenarnya nggak panjang, cuma....
"Dadah, yang kerasan ya disana, karena sesungguhnya your life begins in that city."
Perpisahan memang sulit, tapi itulah hidup, merelakan satu untuk mendapatkan seribu. Ya kan?


Selamat meninggalkan kota ini untuk sesuatu yang lebih besar, Kawan.
Selamat memperjuangkan impian yang telah kalian rancang selama ini.
Selamat bertahan melawan kerasnya ibukota provinsi ini, melawan dinginnya malam di kota itu, melawan ketatnya persaingan di kampus terbaik bangsa, kalian pasti bisa :)
.
.
.
.
.
Kalau gua bilang I'm fine, bullshit.
Di dunia ini nggak ada perpisahan yang mudah, nggak terkecuali perpisahan gua dengan kalian.
It's hard. It's hurtful, tp kelak waktu akan mengajak kita untuk menerima kan?
Kelak perpisahan ini hanya akan jadi sejarah yang kita tertawakan bersama.
Cipaganti yang mengantar kalian menjauh dari kota ini, yang hari ini menjadi bagian terberat hidup kalian, kelak cuma akan jadi lelucon asin diantara kita.
Selfie-selfie yang kalian kumpulkan hari ini, yang katanya adalah kenang-kenangan sebelum pergi, kelak cuma akan jadi foto-foto yang kita zoom lalu kita tertawakan karena komuk aib.
Time will shows us its magic someday. We just have to be patient enough to wait for it :)


Pokonya jangan baper ya.
Karena suatu hari nanti akan ada saatnya kita berterima kasih pada perpisahan hari ini.
Karena suatu hari nanti kita akan sadar bahwa perpisahanlah yang sesungguhnya benar-benar menyatukan kita.
Ketika raga yang tak lagi bersama, tapi diam-diam masih saling mendoakan satu sama lain.
That's what real love is :) That's what real best friends do :)


Terima kasih banyak, Kawan, sudah mendengar semua keluh-kesah selama 3 tahun ke belakang.
Terima kasih banyak sudah menjadi orang-orang yang senantiasa tut wuri handayani.
Terima kasih banyak sudah menerima gua apa adanya selama ini.
Terima kasih banyak sudah mau dilibatkan dalam ups and downs selama SMA.
Terima kasih banyak atas.... semuanya, terlalu banyak untuk disebutkan satu persatu.
.
.
.
.
Yang tough ya disana. Yang ikhlas, seberapa berat cobaan yang nanti kalian hadapi, selalu ingat kalau Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang tidak mampu dilewati umat-Nya :)
Be yourselves. No matter how influential that city is, no matter how hard life try to change you, jangan pernah lupa sama diri kalian hari ini, diri kalian sebagai dua orang sahabat terbaik untuk seseorang di masa SMAnya.

Good bye, buddy! We'll meet again someday, ya :)







Hmm selamat ketemu lagi di BLDK mungkin? Atau mungkin kalau diantara kita ada yang nggak bisa pulang, selamat ketemu lagi di reuni RE? I'll wait, walaupun nantinya asin maksi.





Masih Bogor, 4 Agustus 2014, 19:43, hujan deras disini


Yang sayang kalian, 
Vinnyssa Anindita